Home » Uncategorized » 5 Pendidikan Informal untuk Anak

5 Pendidikan Informal untuk Anak

Mungkin Anda sudah sering mendengar cerita tentang tak beradabnya oknum-oknum siswa yang bersikap kurang ajar pada gurunya. Bukan, saya tak bermaksud membuka tulisan ini dengan sentimen negatif, hanya saja fenomena-fenomena seperti itu adalah bentuk dari tidak berhasilnya atau bahkan tak cukupnya pendidikan informal bagi anak di keluarga dan lingkungannya. Nantinya, saya juga akan mengajak Anda mengetahui contoh https://www.beacukaimalang.com/ pendidikan informal yang cocok bagi anak. Namun sebelum itu, bagaimana kalau kita bahas tentang apa itu pendidikan informal terlebih dahulu?

Pendidikan informal adalah pendidikan atau pembelajaran yang dilakukan di lingkungan tempat seseorang tersebut tinggal. Kegiatan belajarnya dilakukan secara mandiri, berupa pendidikan yang dilakukan oleh keluarga atau lingkungan sekitarnya. Pendidikan informal ini beda lho dengan pendidikan non-formal. Jika pendidikan informal dilakukan oleh keluarga dan lingkungan, pendidikan nonformal adalah pendidikan yang diberikan oleh lembaga pendidikan di luar sekolah seperti bimbingan belajar atau les, taman pendidikan Al Quran dan sebagainya.

Pendidikan Mental

Saya pernah bercerita dengan berbagai orang mengenai salah satu kasus yang umum ditemui di lingkungan pergaulan sekolah, kasus itu adalah perundungan atau bullying. Sekolah apapun baik negeri atau swasta tak menjamin seorang anak bebas dari perundungan. Nah, di sinilah pentingnya pendidikan mental untuk diajarkan di lingkungan keluarga. Seorang anak yang menjadi korban perundungan kerap bermasalah pada mentalnya. Keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak mesti peduli dan mengajarkan bagaimana anak bisa membangun kesehatan mentalnya meskipun menghadapi berbagai masalah.

Pendidikan Soft  Skill

Soft skill adalah kemampuan di luar kemampuan akademis, ia bisa meliputi kemampuan mempengaruhi orang lain, berbicara di depan umum, lobi, komunikasi dan sebagainya. Meskipun anak bisa saja mendapatkan kemampuan ini dengan pengalaman organisasi mereka di sekolah, hanya saja tak semua anak bisa dan ingin menambah kegiatan di ekstra kurikuler. Oleh karena itulah keluarga punya tanggung jawab untuk memberikan pendidikan soft skill bagi anak di rumah. Ada slot server thailand banyak cara yang bisa dilakukan untuk menunjang anak dalam mempelajari soft skill ini, bisa dengan mengajak mereka bermain peran hingga mengajarkan teknik presentasi.

Pendidikan Sosial

Contoh pendidikan informal selanjutnya adalah pendidikan sosial. Orang tua dan keluarga harus aktif mengajak anak untuk berdiskusi, berbicara dan hal-hal terkait sosialisasi lainnya. Hal ini perlu dilakukan untuk mempersiapkan anak sebagai salah seorang starlight princess slot online anggota masyarakat nantinya. Faktanya, tak selamanya anak akan berada di bawah pengawasan orang tua langsung. Ketika ia masih sekolah, mungkin ia bisa berada dalam pengawasan Anda, tapi ketika telah kuliah ia mulai masuk ke lingkungan sosial yang lebih besar.

Selain bisa dilakukan oleh keluarga, pendidikan sosial juga bisa diberikan oleh lingkungan sosial. Jika Anda adalah orang tua, jangan terlalu membatasi anak untuk bergaul dengan orang-orang di lingkungannya. Pergaulan mereka memang harus dikontrol, tapi jangan melarang mereka untuk bersosial dengan orang di luar keluarga.

Pendidikan Agama

Bagi orang yang beragama, pendidikan agama adalah hal yang sangat penting. Pendidikan agama berkaitan dengan akhlak atau budi pekerti seseorang. Sayangnya, meskipun di sekolah ada pelajaran agama, jam pelajarannya sangat sedikit dan materi yang diajarkan juga terbatas. Oleh karena itu, seorang anak mesti mendapatkan materi tentang agama yang dianutnya dalam pendidikan informal dari keluarga. Materi itu bisa berupa tata cara beribadah hingga bagaimana seorang umat beragama menjalani kehidupannya.

Pendidikan Budi Pekerti

Jika Anda menemukan ada anak seperti kasus yang saya contohkan di atas, bisa jadi anak tersebut kurang mendapatkan pendidikan budi pekerti dari orang tua dan lingkungannya. Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), budi pekerti merupakan tingkah laku, perangai atau akhlak. Budi pekerti dapat berasosiasi dengan moral dan kemampuan sosial seorang anak. Pengajaran budi pekerti kepada anak memang tidak bisa diselesaikan dengan sekali dua kali duduk, cara termudah untuk melakukannya adalah dengan memberikan contoh budi pekerti yang baik kepada anak.


Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *